Dalam melakukan aktivitas sehari-hari sahabat alumni pasti bertemu dengan berbagai jenis makhluk hidup lainnya. Seperti serangga, reptil, mamalia dan jenis lainnya. Tidak menutup kemungkinan juga bagi kita saat melakukan pekerjaan atau satu kegiatan terkena gigitan hewan-hewan tadi. Apa yang harus diperhatikan saat itu terjadi dan mengakibatkan luka? Mari kita simak bersama pertolongan pertama yang dapat kita lakukan saat terluka karena gigitan hewan/serangga yang tidak beracun berikut ini.

1. Anjing
Dalam beberapa kejadian, digigit anjing memang tak bisa dihindari. Jangan dulu panik, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan jika kita atau anak kita digigit anjing. Gigitan anjing, khususnya anjing liar bisa sangat berbahaya, apalagi jika gigitannya dalam, berdarah, dan menunjukkan tanda-tanda infeksi.

  • Letakkan handuk bersih di atas luka untuk menghentikan pendarahan.
  • Mengutip WebMD, langkah selanjutnya adalah menjaga area yang terluka berada lebih tinggi di antara bagian lainnya.
  • Bersihkan luka gigitan dengan menggunakan sabun antiseptik dan air. Bersihkan dengan hati-hati.
  • Oleskan salep antibiotik ke bagian yang luka.
  • Tambahkan perban steril ke bagian luka.
  • Pergilah ke dokter untuk memastikan luka kita tak semakin parah dan mencegah rabies.

2. Kucing
Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang banyak digemari. Jangan salah, meskipun terlihat menggemaskan, binatang yang satu ini juga bisa membuat jengkel karena kebiasaan mencakar yang tidak dapat diprediksi. Cakaran kucing pada kulit memang terasa perih dan menyakitkan pada awalnya, tetapi lama-kelamaan akan hilang dengan sendirinya. Hal tersebut yang sering diremehkan oleh orang-orang. Padahal, cakaran kucing dapat menimbulkan dampak kesehatan tertentu. Berikut pertolongan pertama yang dapat dilakukan.

  • Hal pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan luka dengan air mengalir dan sabun guna menghilangkan bakteri atau kotoran lain dari kuku kucing.
  • Bersihkan dengan cara menekan bekas luka cakaran agar bakteri dan kotoran keluar dari dalam kulit.
  • Setelah dibersihkan, keringkan kulit dengan handuk atau tisu.
  • Setelah kering, sterilkan luka dengan alkohol atau obat merah.
  • Oleskan krim antibiotik guna mencegah terjadinya infeksi lebih lanjut. Jangan lupa baca aturan pakai sebelum menggunakannya.
  • Biarkan luka terkena udara agar cepat kering dan pastikan luka selalu bersih.

3. Tikus
Luka gigitan tikus paling sering terjadi di tangan atau wajah. Anak-anak berusia kurang dari 5 tahun lebih sering mengalami kejadian ini. Gigitan tikus biasanya terjadi di kamar tidur pada malam hari dan lebih sering terjadi pada bulan-bulan dengan cuaca yang hangat, antara April hingga September.Hal yang perlu diwaspadai dari luka gigitan tikus adalah terjadinya infeksi. Infeksi yang berbahaya ini dikenal sebagai demam gigitan tikus (rat bite fever). Infeksi ini  dapat terjadi akibat digigit tikus yang terinfeksi, memegang tikus yang terinfeksi, atau mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi kotoran tikus. Berikut yang sahabat alumni dapat lakukan sebagai pertolongan pertama.

  • Kontrol perdarahan dengan cara menekan luka.  
  • Cuci dan bersihkan luka dengan sabun dan air hangat.
  • Tutup luka dengan perban yang bersih dan kering. Kita juga bisa mengolesi luka dengan salep antibiotik dari dokter sebelum membalutnya.
  • Jika mengalami cedera pada jari, lepaskan semua cincin dari jari yang terluka untuk menghindari cincin tidak dapat dilepas bila jari membengkak.
  • Segera periksakan ke dokter.

Sumber: envato.com

4. Kelelawar
Kelelawar memiliki peranan penting dalam menjaga kelangsungan hidup dan ekosistem manusia. Kelelawar menyebarkan benih dari pepohonan kayu keras dan buah-buahan. Namun ada kalanya, kontak antara manusia dan kelelawar tidak dapat dihindari. Contohnya jika ada sarang kelelawar di pohon yang berdekatan dengan rumah kita (Nurastri, 2020). Gigitan atau cakaran hewan kelelawar yang cukup dalam atau banyak maka diperlukan penyuntikan vaksinasi anti rabies (VAR) untuk mencegah infeksi rabies, terlebih bila daerah tersebut sedang endemis penyakit rabies (Dr. Yan William, 2017).

  • Mencuci luka di bawah air yang mengalir selama 15 menit.
  • Cuci luka dengan sabun.
  • Bersihkan antiseptik seperti povidone iodine pada luka.

5. Kutu Kasur
Mengutip dari WebMD, bentuk dari kutu kasur adalah lonjong, berwarna kecoklatan dan kutu kasur dewasa berukuran sebesar biji apel (akan berwarna kemerahan jika sudah menghisap darah). Pada orang yang baru pertama kali digigit kutu kasur, rasa gatal mungkin tidak langsung terasa. Bahkan, terkadang membutuhkan waktu berhari-hari hingga rasa gatal itu muncul. Gigitan kutu kasur akan tampak bilur kemerahan di kulit dan rasanya gatal atau seperti terbakar.

Mengutip dari Healthline, kutu kasur akan mengeluarkan sedikit zat anestesi ke dalam tubuh sebelum menggigit. Karena itu, reaksi gigitannya akan muncul setelah beberapa hari. Berikut langkah-langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan oleh sahabat alumni jika digigit kutu kasur.

  • Bersihkan bintik gigitan dengan air hangat dan sabun.
  • Kompres bagian yang terkena gigitan dengan handuk yang telah dicelupkan ke dalam es atau air dingin.
  • Oleskan krim anti gatal, seperti calamine, hydrocortisone, atau antihistamin.
  • Jangan lupa ingatkan Si Kecil untuk tidak menggaruk gigitan kutu kasur, agar tidak semakin parah.

Itulah beberapa cara yang sahabat alumni bisa lakukan sebagai pertolongan pertama saat digigit hewan atau serangga yang tidak beracun. Tetap berhati-hati dan jangan anggap remeh. Pastikan untuk periksa ke dokter jika gejala yang ditimbulkan semakin parah dan infeksi.

Sumber:
Medley, et al. (2017). Retrospective Cohort Study to Assess the Risk of Rabies in Biting Dogs, 2013⁻2015, Republic of Haiti. Tropical Medicine and Infectious Disease, 2 (2), pp. 14.
Sabhaney, V., & Goldman, R.D. (2012). Child Health Update. Management of Dog Bites in Children. Canadian Family Physician Medecin de Famille Canadien, 58 (10), pp. 1094–e550.
Beaumont, J. DermNet NZ (2015). Topics A-Z. Animal Bite.
Whelan, C. Healthline (2018). How to Treat a Dog Bite.
Verywell Health (2020). Bites & Stings. How to Treat a Dog Bite at Home.
WebMD (2020). First Aid & Emergencies. Animal Bites Treatment.
CDC. Diakses pada 2019. Cat-Scratch Disease.
SA Health. Diakses pada 2019. Cat-Scratch Disease – Including Symptoms, Treatment, and Prevention.
Kasuga, et al. (2018). Rat Bite Fever Caused by Streptobacillus moniliformis in a Cirrhotic Patient Initially Presenting with Various Systemic Features Resembling Henoch-Schönlein Purpura. Internal Medicine Journal, 57 (17), pp. 2585-2590.
McKee, G., & Pewarchuk, J. (2013). Rat-bite fever. Canadian Medical Association Journal, 185 (15), pp. 1346.
Centers for Disease Control and Prevention (2019). Rat-bite Fever (RBF). Signs and symptoms of Rat-bite Fever.
DermNet NZ (2015). Topic A-Z. Animal bite.
Healthline (2019). Rat-Bite First aid.
Verywell health (2019). Different ways treat a Rat Bite or scratch.
Dogget, et al. (2012). Bed Bugs: Clinical Relevance and Control Options. American Society for Microbiology. 25(1), pp. 164-192.
American Academy of Dermatology. Bug Bites and Stings: When to See A Dermatologist.
Healthy Children (2015). American Academy of Pediatrics. Redbug Bites.
KidsHealth, Nemours (2019). For Parents. Bedbugs.
Holland, K & Cruickshank, H. Healthline (2019). Everything You Need to Know About Bed Bug Bites.
Fanous, S. Healthline (2019). The 8 Best Remedies for Itching.
WebMD